YOU ONLY LIFE ONCE

Rabu, 03 Juli 2013

Senja dan Kamu (Part 1 : Surat Untuk Rio)

Matahari mulai turun dari peraduannya , jingga kini mewarnai atap dari kolong langit ini. Aku masih terus menyusuri gang-gang kecil menuju rumahku. Dengan rasa capek dan kantuk yang tak tertahan karena aktivitas di kampus seharian ini,aku terus berjalan. Biasanya aku membawa si biru (sebutan untuk sepeda motor kesayanganku) , namun hari ini si biru sedang masuk bengkel dan semua keluargaku sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dengan terpaksa aku berjalan kaki , sebenarnya dengan angkutan umum pun bisa ditempuh , namun rasa malas untuk mengantri di loket trans yang menjadi alasanku lebih memilih jalan kaki. 
Langkahku terhenti ketika melewati sebuah jembatan , aku menepi di salah satu tiangnya. 
Aku terdiam,pandanganku menerawang jauh , teringat akan kenangan beberapa tahun silam. Kenangan bersama seorang sahabat kecil , sahabat yang aku kenal sejak dibangku kanak-kanak sampai enam tahun lalu tiba-tiba dia pergi , pergi tanpa pamit terlebih dahulu padaku. Saat itu aku duduk dibangku SMP. Aku sudah berusaha mencari tahu kemana ia pergi , namun kata tetangganya keluarganya sudah pindah karena dipindah tugaskan keluar kota. Masih jelas terbayang gadis kecil , bermata sayu,berkulit kuning langsat khas perempuan Indonesia,berwajah tirus dengan rambut sepinggang yang selalu digerai dan  disisir rapi , Nadira aku merindukanmu.
Aku menghela nafas panjang teringat semua kenangan bersama Nadira. Pandanganku lalu tertuju pada sebuah taman bermain yang berada di bawah jembatan, disisi kiri sebuah sungai. Dulu,waktu luangku,ku habiskan bermain disana bersama teman-teman tidak terkecuali Nadira. Aku masih terdiam ketika sayup-sayup mulai terdengar Adzan Maghrib. Aku kaget , ternyata sedari tadi aku mematung di tepi jembatan , orang-orang yang lalu lalang silih berganti memandangi aku dengan tatapan yang mereka mungkin berkata "sedang apa orang ini?". Cepat-cepat aku lanjutkan perjalananku.
Setibanya di rumah , aku langsung membersihkan diri , makan malam bersama keluarga. Setelah selesai semuanya , aku ijin pamit beristirahat duluan karena kurasakan badanku sudah minta dimanja.
Aku menghempaskan tubuhku di tempat tidurku. Kemudian mataku tak sengaja menangkap sebuah kotak dibawah meja belajarku, "wah kotak apa itu ?" gumamku dalm hati sembari mengingat-ingat apa isi kotak tersebut. Karena penasaran , aku pun bangkit dan meraih kotak berwarna cokelat susu itu , kubersihkan debu yang menutupi bagian atas kotak itu. Aku tertegun ketika melihat tulisan dibagian atas kotak tersebut, bertuliskan ,
 Ini untuk kamu rio , semoga kamu selalu ingat aku , dan semoga suatu hari aku bisa ketemu lagi sama kamu.
aku mengayangi mu - Nadira Adriana

Aku masih tertegun melihat itu , kapan aku mendapatkan kotak ini , memangnya kapan Dira ngasih ini buat aku ? tanyaku dalam hati. Segera aku buka isi kotak itu. Didalamnya berisi foto kami ketika masih kanak-kanak , aku ingat foto itu diambil ketika ada festival budaya di Kota kami waktu itu. Aku mengenakan Beskap lengkap dengan Blankon berpasangan dengan Dira, ia terlihat sangat manis mengenakan baju adat jawa , pipinya yang masih chubby terlihat sangat menggemaskan, aku tersenyum melihat potret itu. Kotak itu berisi beberapa potret , mainan tradisional yang dulu sering aku mainkan bersama Dira, dibawah tumpukan mainan itu aku menemukan sebuah amplop berwarna peach yang mulai menguning dimakan usia , kuraih amplop itu dan langsung membukanya , isinya sebuah surat dari Dira. 

Dear Rio 

Hai Rio , mungkin pas kamu baca surat ini aku udah enggak ada di kota ini lagi. Aku terpaksa ikut papah pindah tugas ke Palangkaraya io. aku sebenarnya pengen tetep di Yogya , tapi papah sama mamahku tetep nyuruh aku ikut pindah , tapi Kak Naya sama Kak Dito mereka tetep di Bandung kan pindah kuliah ga segampan pindah sekolah kaya aku ya hihi.
Rio , aku pasti bakal kangen banget sama kamu . aku gak tahu berapa lama aku di Palangkaraya , tapi semoga suatu hari nanti kita bakalan ketemu lagi ^_^


Dira

Selesai membaca surat itu , ada rasa hangat yang menyelimuti hatiku , ada perasaan bersalah juga. Ternyata selama ini dugaanku salah besar. Dira gak ninggalin aku gitu aja , tapi Dira ninggalin kotak ini buat aku, tapi kapan dia ngasih ini ke aku ? aku gapernah menerimanya , aku masih terus mengingat-ingatnya.
Ah aku ingat, waktu Dira pindah aku kan lagi camping , terus pulang-pulang denger kabar Dira udah pindah. Ternyata selama ini aku yang salah paham, "maafin aku dir" gumamku lirih.
Rasanya aku sangat merasa bersalah atas semua prasangkaku terhadap Dira selama ini , dia ternyata tidak meninggalkanku begitu saja, aku harus mencarinya , tapi dimana aku harus mencarinya ? tidak ada kontaknya yang aku miliki , ah aku ingat, mbok inah dan mang karta , ya mereka penjaga rumah yang dulu sempat didiami oleh Dira bersama keluarganya. Ada rasa lega menyelimuti hatiku , rasanya aku ingin segera esok dan ku harap besok kabar baik yang aku dapati. Lebih baik aku sekarang bergegas tidur.

Bersambung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar