Jika ini membosankan, maka tinggalkanlah. aku hanya menulis apa yang aku ingin tulis :)

Minggu, 20 April 2014

Prosa Singkat ini Untuk Kamu

Aku ingin bercerita pada malam
tentangmu yang lengkungan khasnya aku rindukan
tentangmu yang sorot mata tajamnya aku nantikan 
tentangmu yang hampir setiap hari mampir di kepalaku

Ini Apa (?)

Malam ini terasa sangat dingin. Aku sendiri ditengah ramai nya kota budaya ini, ditemani segelas es durian cokelat kesukaanku. Hujan mengguyur Jogja sejak siang hingga sore tadi. yang tak lupa meninggalkan jejaknya di dahan pohon. Entah ini malam minggu keberapa yang selalu kuhabiskan sendirian. mungkin bersamamu, tapi tak secara langsung. Kusesap minumanku, lalu menghadap laptop kembali.
Ah pikiranku terlalu lancang. lari, melesat pada kenangan-kenangan yang takkan pernah kembali lagi.
kenangan tentang semuanya yang pernah terjadi di masa lalu. tentu saja hal-hal yang baik.lantas bagaimana dengan hal-hal yang tak mengenakan? sejujurnya aku terlalu takut untuk mengingat segala hal buruk, yang aku tahu pasti dadaku akan terasa sesak. Aku tak ingin mengingatnya, yang sudah terlanjur pahit ya sudah. Takkan aku ingat dan selalu aku jadikan cermin.  Aku tak ingin banyak bercakap tentang segala pembenahan seperti yang kau dengungkan kepadaku. aku hanya inginkan waktu berjalan semestinya, dan aku melakukannya sedikit demi sedikit tanpa ingin orang tahu.
Aku memang manusia yang menyukai kesendirian, kesunyian, dan ketenangan.
Sekarang aku lebih menyukai menciptakan duniaku sendiri, mungkin menutup diri lebih tepatnya. Kalian anggap aku aneh ? silahkan saja :)
 Aku tak suka bepergian kalau hanya sekedar melihat-lihat, aku terlalu pusing jika harus berlama-lama di tempat yang terlalu padat dan bising. aku adalah orang yang lebih menyukai menghabiskan waktunya dengan cara yang sangat sederhana. Mendengarkan musik, menghabiskan seharian di kamar membaca novel, atau berjalan ke pusat perbelanjaan sendirian membeli barang yang aku inginkan. Mungkin bagi kalian itu sangat membosankan, tapi bagiku ? tidak sama sekali :)
Sesederhana itu ...

Minggu, 13 April 2014

Perpisahan (?)

Aku sangat benci mengucapkan "Selamat jalan sayang" atau "Hati-hati ya sayang, kabari aku kalau sudah sampai".


Minggu, 23 Maret 2014

Cerita Cinta Alexa

support pic by google
Indahnya hati dan hari ketika hidup mulai dihinggapi rasa yang membuat segalanya berbunga-bunga. menginjak usianya yang remaja Alexa mulai merasakan getaran aneh didalam hatinya. bukan kali pertama ia merasakan getaran itu. mungkin ini sudah yang keberapa kalinya. namun mungkin hanya sampai tahap yang banyak orang bilang "PDKT" a.k.a pendekatan.

a cup of happiness with besties {}

Just Picture. happy happy happy!!!



Sabtu, 08 Maret 2014

Untukmu yang Hidupnya Kau Serahkan pada Negara ini ...

Selamat malam ...
Aku masih belum bisa memejamkan mataku hingga malam mulai larut. Mungkin karna udara malam ini yang begitu panas, membuatku gagal untuk beralih ke alam bawah sadarku. Mungkin kalian sudah bosan mendengar ceritaku yang melulu tentang itu-itu saja. Ah aku tak peduli, bukankah ini tempatku berekspresi ? Aku hanya menulis apa yang hatiku rasakan dan hatiku ingin katakan , tak peduli kalian bosan atau apa.
Mataku begitu panas menatap layar ponsel sembari jemariku menekan deretan alfabet di layar ponselku. Ya seiring kemajuan teknologi yang semakin pesat, banyak kemudahan yang kita rasakan. Salah satunya yaaa seperti yang sedang aku lakukan, memposting di blog melalui smartphone, tsaaah gahol kan gue hahaabaikan.
Yaaa gak terkecuali kemajuan di bidang komunikasi , udah bisa skype, video call, bbm dan sanak saudara lainnya.
Ya malem ini , lagi - lagi mataku panas , sembab tak berbentuk. Aku menangis , menangis sejadi-jadinya saat aku merasa lelah yang luar biasa. Tidak hanya lelah fisik semata , kalian yang tak pernah menjalani hubungan yang terpaut jarak mungkin tidak akan pernah tahu rasanya. Banyak yang memilih menyerah pada jarak dan berlalu dengan penyesalan ada pula yang memilih tetap berjuang bersama jarak dan tetap menanti sampai waktu mempertemukan.
lalu bagaimana dengan aku ?
Aku tidak tahu, aku merasa sangat lelah dan jengah hari ini. Bagaimana tidak ?
Aku tentu saja ingin seperti yang lain. Melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama kekasih , mencari buku bersama ditengah pengapnya shopping center atau mungkin saling berbagi kentang goreng kesukaan kita. Tapi aku tahu hal itu saat ini tak bisa kita lakukan.
Mengacak-acak rambutmu sesukaku saja aku tak mampu ( oh iya aku lupa kau kan botak hihi) .
Aku menghela nafas panjang sembari menghempaskan tubuhku ketempat tidur. Pikiranku menari - nari entah kemana. Aku berpikir , kadang aku merasa lelah menjalani hubungan seperti ini tapi aku terlalu kuat untuk menangis. Aku kembali terisak dengan nada cukup berat malam ini. Sengaja aku tak ingin kau mendengar tangisku malam ini.
Ingin rasanya seperti pasangan lain yang bisa berkencan pada malam minggu, meski hanya sekedar duduk-duduk saling bertukar cerita melepas penat dan berbagi tawa bersama di kopitiam atau kedai es krin favorit kita. Tapi mungkin hal itu sangat sulit aku dapatkan. Rasanya sesak sekali. Aku sadar tak seharusnya aku merengek mengeluhkan jarak ini terhadapmu. Sungguh tak mengerti sekali jika aku merengek sementara aku tahu disana sampai saat ini kamu belum istirahat dan masih bersiaga, menjalankan tugas BKO mu. Aku sangat mengerti betapa lelahnya kamu namun kamu tetap bersikap dan bertutur lembut padaku. Tak seharusnya kan aku kekanak-kanakan ?
Janji kita untuk menjaga hati dan komitmen ini yang membuat tangisku berhenti. Pengertian pelan-pelan yang kau berikan dan keseriusan hubungan kita yang kau utarakan pada Ibuku menjadi obat penawar kecemasanku.
Tak seharusnya aku menangis hanya karna ini , seperti katamu "jadilah pendamping abdi negara yang kuat dan tegar, karna aku butuh kamu untuk terus menemaniku menapaki tangga-tangga selanjutnya, untuk lebih tinggi lagi. Aku akan selalu menjaga diri dan hatiku untukmu".
Entah mengapa, sejak 3 tahun lalu aku selalu percaya akan janjimu.
Waktu sudah menunjukan lewat tengah malam. Aku pun ingin bergegas tidur.
Kuakhiri prosa membosankan ini dengan segala kelegaan hatiku.
Untuk kamu komandanku
Tetaplah di jalan Tuhan
Kelak kita pun akan dipertemukan olehNya.
Dewi Putri Lestari :)

Rabu, 05 Maret 2014

Menunggu tak Sesederhana itu ...

Menunggu ?
Siapa yang menyukai hal ini ?
Tak seorangpun menyukai ini, pun begitu aku
Sesungguhnya aku adalah orang yang tak sabar menunggu, ya seperti menunggu antrian panjang disebuah tempat makan ketika rasa lapar begitu meradang diperutku atau menunggu sesuatu yang lain , aku benci hal itu tapi... aku tetap melakukannya ...
Apakah menunggumu juga akan se-menyebalkan itu ? Apakah aku akan sebosan seperti menunggu kereta di peron stasiun ? Atau apa ?

Ketika bersamamu menjadi hal yang sangat sulit aku dapatkan ...
ketika mendengar suaramu saja harus menunggu larut malam karna waktumu yang tak banyak ..
Ketika pesanmu mulai jarang menghuni kotak masukku karna kesibukanmu yang padat ..
Ketika semua itu mengharuskanku melakukan hal yang aku benci tanpa aku sadari.... menunggu
Menunggumu sudah jadi hal yang selalu aku lakukan
Menunggumu memberikan banyak pelajaran bagiku
Jika ada yang bilang bahwa menunggu itu sederhana , tolong katakan padanya bahwa menunggu tidak sesederhana yang kalian ucapkan ...
Dalam menunggu, aku harus bisa menahan diriku agar tak berpikiran macam-macam
Dalam menunggu .. aku menjaga kepercayaan yang ia titipkan padaku ..
Dalam menunggu aku harus bisa menahan hatiku agar tidak mudah tergoda dengan kilauan sesaat..
Menahan kencangnya rindu yang menerpa hati ini setiap hari
Menahan aliran bening ini ketika bertatap denganmu menjadi hadiah yang tak bisa aku dapatkan dihari bahagiaku ..
Tapi dalam menunggu aku menemukan sesuatu yang merelakan kami untuk saling mempertahankan meski dalam penantian tanpa temu ...
Rasa ini menjadi jawaban atas segala perjuangan ini ...
Masih berani mengatakan bahwa menunggu adalah pekerjaan yang sederhana ?
Ketahuilah akan ada saatnya menunggu akan menjadi hal yang luar biasa manis , yang tak akan pernah habis kita ceritakan pahit manisnya , saat kita hidup dan menua bersama ...

Untuk semua yang sedang menunggu , kalian tidak pernah sendirian
Ada Tuhan yang selalu menemani
Dewi Putri Lestari :)