Jika ini membosankan, maka tinggalkanlah. aku hanya menulis apa yang aku ingin tulis :)

Jumat, 15 Agustus 2014

Untukmu Tuan yang Memanggilku Nona

Untukmu tuan yang pernah memperhatikanku di masa putih abu-abu.

Hai , selamat bertemu lagi. Meski aku tak mengenal sosokmu namun aku tahu namamu.

Untukmu tuan yang tiba-tiba datang seperti sebuah jus jeruk di siang hari pada musim panas tahun ini.

Sosokmu yang dulu terasa sangat asing sekejap menjelma menjadi sosok yang aku tunggu kehadirannya.

Untukmu tuan yang dulu ku kenal sebagai seorang lupus pada masa putih abu-abu.

Masihkah kau seperti dulu ? Asal kau tahu sejak aku mengenal sosokmu, aku hanya percaya dengan apa yang aku rasakan.

Untukmu tuan yang membuatku tersentak dengan pernyataannya di akhir Juli lalu.
Aku tidak pernah menyangka kita bisa sedekat ini denganmu dan menceritakan apa saja. Mempunyai rasa yang sama, aku tidak pernah berpikir kita akan seperti ini, tidak pernah.
Aku menerimamu dengan segenap hati dan pikiran warasku. Aku tidak peduli apa kata orang tentangmu. Entahlah , hatiku berkata kau benar atau aku yang terlalu dibutakan oleh cinta ?

Aku memang bukan wanita yang sempurna. Bukan pula seperti kebanyakan wanita sosialita jaman sekarang. Aku hanyalah seorang gadis yang suka berbaur dengan alam, melihat pantai, mendaki gunung.
Aku bukan pula sosok wanita kaya raya, aku hanya wanita sederhana. Ya, sederhana seperti apa yang kamu lihat. Tak ada yang aku tutupi, aku memang seperti ini, apa adanya.

Tapi Percayalah , setidak baik apapun aku. Aku akan berusaha mencintaimu dengan baik. Menjagamu dalam jarak sejauh ini. Menjaga segalanya ketika kita berjauhan.
Baiklah aku rasa kita harus mengakhiri percakapan yang membosankan ini. Aku pun tahu kau sudah bosan membaca prosa amatiran ini.

Untukmu tuan yang suka memanggilku "nona"
Aku mencintaimu.

Sabtu, 05 Juli 2014

Prosa di awal Juli

Untukmu pria yang kini telah berada di jalan yang berbeda
Yang berjalan mungkin lebih cepat atau lebih lambat dari pada aku.
Aku masih tetap seperti ini. Tak banyak harapku setelah hampir setengah windu kuhabiskan pagi dan malam bersamamu.
Tak banyak asa ku setelah semua merubah keadaan kita 180 derajat sejak awal april lalu.
tidak ada yang tidak sedih ketika harus melepaskan genggamannya satu sama lain.
Tak ada yang tak menangis ketika kepercayaan yang sudah di tata dan di jaga selama setengah windu itu kini hanya tinggal puing-puing yang berserakan yang tinggal menunggu hempasan ombak untuk membawanya pergi.
Aku sedih , pun aku menangis.
Tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku saat ini.
Cinta yang bersemi sejak empat tahun lalu tidak dengan mudah terlupakan begitu saja.
Semua usaha yang kita lakukan sekarang terasa begitu percuma.
Sudahlah musim semi akan segera tiba, aku tak mau larut dalam romantisme masa lalu yang kubangun dengan bahagia.
Aku tak pernah memintamu untuk memperjuangkanku setelah semuanya telah berakhir.
Aku tak pernah memintamu untuk memanusiakan hatiku setelah kau mati rasakan perasaanku.
Aku hanya meminta untuk berjalan sendiri  , tak ingin ada beban yang bisa merusak masa depanku.
Sudahlah senja hampir tiba , aku pun harus bergegas .

Senja di awal juli  , biarkan tangan Tuhan yang menjelaskan semuanya :)

Dewi Putri Lestari :)

Minggu, 20 April 2014

Prosa Singkat ini Untuk Kamu

Aku ingin bercerita pada malam
tentangmu yang lengkungan khasnya aku rindukan
tentangmu yang sorot mata tajamnya aku nantikan 
tentangmu yang hampir setiap hari mampir di kepalaku

Ini Apa (?)

Malam ini terasa sangat dingin. Aku sendiri ditengah ramai nya kota budaya ini, ditemani segelas es durian cokelat kesukaanku. Hujan mengguyur Jogja sejak siang hingga sore tadi. yang tak lupa meninggalkan jejaknya di dahan pohon. Entah ini malam minggu keberapa yang selalu kuhabiskan sendirian. mungkin bersamamu, tapi tak secara langsung. Kusesap minumanku, lalu menghadap laptop kembali.
Ah pikiranku terlalu lancang. lari, melesat pada kenangan-kenangan yang takkan pernah kembali lagi.
kenangan tentang semuanya yang pernah terjadi di masa lalu. tentu saja hal-hal yang baik.lantas bagaimana dengan hal-hal yang tak mengenakan? sejujurnya aku terlalu takut untuk mengingat segala hal buruk, yang aku tahu pasti dadaku akan terasa sesak. Aku tak ingin mengingatnya, yang sudah terlanjur pahit ya sudah. Takkan aku ingat dan selalu aku jadikan cermin.  Aku tak ingin banyak bercakap tentang segala pembenahan seperti yang kau dengungkan kepadaku. aku hanya inginkan waktu berjalan semestinya, dan aku melakukannya sedikit demi sedikit tanpa ingin orang tahu.
Aku memang manusia yang menyukai kesendirian, kesunyian, dan ketenangan.
Sekarang aku lebih menyukai menciptakan duniaku sendiri, mungkin menutup diri lebih tepatnya. Kalian anggap aku aneh ? silahkan saja :)
 Aku tak suka bepergian kalau hanya sekedar melihat-lihat, aku terlalu pusing jika harus berlama-lama di tempat yang terlalu padat dan bising. aku adalah orang yang lebih menyukai menghabiskan waktunya dengan cara yang sangat sederhana. Mendengarkan musik, menghabiskan seharian di kamar membaca novel, atau berjalan ke pusat perbelanjaan sendirian membeli barang yang aku inginkan. Mungkin bagi kalian itu sangat membosankan, tapi bagiku ? tidak sama sekali :)
Sesederhana itu ...

Minggu, 13 April 2014

Perpisahan (?)

Aku sangat benci mengucapkan "Selamat jalan sayang" atau "Hati-hati ya sayang, kabari aku kalau sudah sampai".


Minggu, 23 Maret 2014

Cerita Cinta Alexa

support pic by google
Indahnya hati dan hari ketika hidup mulai dihinggapi rasa yang membuat segalanya berbunga-bunga. menginjak usianya yang remaja Alexa mulai merasakan getaran aneh didalam hatinya. bukan kali pertama ia merasakan getaran itu. mungkin ini sudah yang keberapa kalinya. namun mungkin hanya sampai tahap yang banyak orang bilang "PDKT" a.k.a pendekatan.

a cup of happiness with besties {}

Just Picture. happy happy happy!!!