YOU ONLY LIFE ONCE

Selasa, 09 Juni 2015

Prosa dalam Kereta

selamat tinggal sebuah kisah tanpa ujung
selamat tinggal pria dengan sorot mata tajam yang berdiri disana
selamat tinggal segala kenangan yang pernah ada
selamat tinggal seiring dengan kereta ini membawaku semakin jauh dari tempatmu berdiri
ketika ada seseorang yang berusaha memperjuangkanmu, disana ia tersadar seharusnya sudah bukan porsinya lagi untuk berjuang
ketika sekuat tenaga aku berusaha melepaskan bayanganmu yang terlanjur begitu melekat dengan semua organ ditubuhku
ketika semua akhirnya menemukan titik akhirnya masing-masing
ketika akhirnya tak saling memperjuangkan lagi
ketika kamu tahu bahwa sudah tidak ada lagi hal yang perlu diperjuangkan
saat itu juga, kereta ini membawa raga ku semakin jauh dari ragamu.
ketika kau tersadar aku tak lagi memperjuangkanmu, aku sudah tidak lagi berada di kota yang sama denganmu.
aku kembali ke kotaku untuk kembali menaiki anak tangga kehidupan.
suatu hari nanti jika kamu tahu aku berada di kota yang sama denganmu. ingatlah aku datang tidak untukmu. aku datang untuk mimpi-mimpiku.

Dewi Putri Lestari

Minggu, 31 Mei 2015

Entahlah

Apa yang akan kamu katakan pertama kali pada orang yang hampir lima tahun tidak penah kau tatap sorot matanya ?
apa kau akan diam ?apa kau akan membahas isu-isu hangat yang terasa basi ? atau bersikap biasa saja seolah kami seperti teman lama yang bertemu dalam sebuah reuni ?
Apakah pertemuan itu akan secanggung pertemuan tak diduga lima tahun silam ?
entahlah, ketika sudah terlampau banyak kejadian yang kita lewati di kehidupan masing-masing, lusa aku akan bertemu dengannya lagi.
iya, bertemu kembali setelah "kita" menjadi "aku" "kamu" .
kamu yang namanya tidak penah hilang dari ingatanku.
yang tak pernah luput namanya kusebut dalam percakapan panjang dengan Tuhan, meskipun hanya sedikit. Tapi namamu selalu ada. aku tak pernah bisa benar-benar pergi meninggalkanmu.
bukan hal yang sulit untuk selalu mengingat kebiasaanmu meski kita tak penah bertegur sapa.
Tuan, mengapa candu ini masih seperti dulu ?
mengapa hanya kamu yan selalu aku ingat meskipun aku berusaha menghapusnya ?
Tuan, lusa kita akan bertemu lagi.
aku akan kembali melihat sosok yang aku temui secara nyata beberapa tahun lalu
Aku akan bertemu dengan pria yang sorot mata tajamnya tidak pernah aku lupakan
pertemuan kita akan berlangsung sangat singkat. aku tidak tahu apa yang akan kita bicarakan nanti.
yang aku rasa hanya rasa deg-degan.
Entahlah apakah keadaanya masih sama atau sudah jauh berbeda.
Dan, entahlah apakah pertemuan itu akan benar-benar terjadi.

Dewi Putri Lestari.

Rabu, 05 November 2014

Prosa 10 Menit

Hujan pertama di awal november kali ini membawa banyak cerita yang ikut larut kedalam memori masa lalu. Aku masih terdiam, menikmati sore yang mulai menjingga.
Pukul 15.53. Ku lihat arloji ku.
Entahlah kenapa pikiranku senang sekali kembali pada ingatan-ingatan lama yang seharusnya tak perlu ku buka lagi.
Apakah ini masalah waktu atau sebuah keyakinan ? Keyakinan untuk melupakan dan tak mengingat lagi.
Sedih kembali merangsak masuk ke dalam denyut nadiku. Aku teringat sosokmu. Sosok yang sekarang lebih memilih mundur dan berhenti berjuang. Sosok yang dulu terasa begitu luar biasa sekarang terasa biasa.
Tuan, apakah kau telah menemukan sosok baru di Kota Hujan itu ?
Apakah kau sudah bahagia bersama kekasih barumu ?
ah tuan maaf pikiranku lancang. Berusaha mengobrak abrik cerita lama yang pernah ada dalam kehidupanku.
Tuan, bila suatu hari kau menggandeng wanitamu di singgasana itu, dan aku hanya mampu memandangmu dalam dimensi yang berbeda, sebagai seorang kawan lama, masihkah kau mau meng-aamiin-i doa-doa baik ku yang ku panjatkan untuk kebahagiaan kalian ?
Tuan , aku tahu kau pria yang hebat dan kuat.
Ijinkan aku sesekali melihat kebelakang dan kembali mengingat rasanya anggur dan mengkudu yang pernah kita lalui. Setelah itu aku akan tersenyum. Aku tahu, aku pernah sekuat itu melalui semuanya.

Kini semua tinggal cerita yang terukir abadi di dalam sanubari. Suatu hari nanti, jika aku sudah menemukan 'bangku kananku' , berdoalah untukku, untuk sebuah kebahagiaan di jalan kita masing-masing.

Arlojiku menunjukan pukul 16.03.
Sepuluh menit berlalu. Sudah cukup aku mengingatmu. Terimakasih telah menjadi bagian cerita cinta yang tak bisa di gambarkan oleh kata.

Aku, wanita di masa lalumu.
Yang sedang berusaha mengepakkan sayapnya kembali.

Dewi Putri Lestari :)

Sabtu, 05 Juli 2014

Prosa di awal Juli

Untukmu pria yang kini telah berada di jalan yang berbeda
Yang berjalan mungkin lebih cepat atau lebih lambat dari pada aku.
Aku masih tetap seperti ini. Tak banyak harapku setelah hampir setengah windu kuhabiskan pagi dan malam bersamamu.
Tak banyak asa ku setelah semua merubah keadaan kita 180 derajat sejak awal april lalu.
tidak ada yang tidak sedih ketika harus melepaskan genggamannya satu sama lain.
Tak ada yang tak menangis ketika kepercayaan yang sudah di tata dan di jaga selama setengah windu itu kini hanya tinggal puing-puing yang berserakan yang tinggal menunggu hempasan ombak untuk membawanya pergi.
Aku sedih , pun aku menangis.
Tidak ada kata yang bisa menggambarkan bagaimana perasaanku saat ini.
Cinta yang bersemi sejak empat tahun lalu tidak dengan mudah terlupakan begitu saja.
Semua usaha yang kita lakukan sekarang terasa begitu percuma.
Sudahlah musim semi akan segera tiba, aku tak mau larut dalam romantisme masa lalu yang kubangun dengan bahagia.
Aku tak pernah memintamu untuk memperjuangkanku setelah semuanya telah berakhir.
Aku tak pernah memintamu untuk memanusiakan hatiku setelah kau mati rasakan perasaanku.
Aku hanya meminta untuk berjalan sendiri  , tak ingin ada beban yang bisa merusak masa depanku.
Sudahlah senja hampir tiba , aku pun harus bergegas .

Senja di awal juli  , biarkan tangan Tuhan yang menjelaskan semuanya :)

Dewi Putri Lestari :)

Minggu, 20 April 2014

Prosa Singkat ini Untuk Kamu

Aku ingin bercerita pada malam
tentangmu yang lengkungan khasnya aku rindukan
tentangmu yang sorot mata tajamnya aku nantikan 
tentangmu yang hampir setiap hari mampir di kepalaku

Ini Apa (?)

Malam ini terasa sangat dingin. Aku sendiri ditengah ramai nya kota budaya ini, ditemani segelas es durian cokelat kesukaanku. Hujan mengguyur Jogja sejak siang hingga sore tadi. yang tak lupa meninggalkan jejaknya di dahan pohon. Entah ini malam minggu keberapa yang selalu kuhabiskan sendirian. mungkin bersamamu, tapi tak secara langsung. Kusesap minumanku, lalu menghadap laptop kembali.
Ah pikiranku terlalu lancang. lari, melesat pada kenangan-kenangan yang takkan pernah kembali lagi.
kenangan tentang semuanya yang pernah terjadi di masa lalu. tentu saja hal-hal yang baik.lantas bagaimana dengan hal-hal yang tak mengenakan? sejujurnya aku terlalu takut untuk mengingat segala hal buruk, yang aku tahu pasti dadaku akan terasa sesak. Aku tak ingin mengingatnya, yang sudah terlanjur pahit ya sudah. Takkan aku ingat dan selalu aku jadikan cermin.  Aku tak ingin banyak bercakap tentang segala pembenahan seperti yang kau dengungkan kepadaku. aku hanya inginkan waktu berjalan semestinya, dan aku melakukannya sedikit demi sedikit tanpa ingin orang tahu.
Aku memang manusia yang menyukai kesendirian, kesunyian, dan ketenangan.
Sekarang aku lebih menyukai menciptakan duniaku sendiri, mungkin menutup diri lebih tepatnya. Kalian anggap aku aneh ? silahkan saja :)
 Aku tak suka bepergian kalau hanya sekedar melihat-lihat, aku terlalu pusing jika harus berlama-lama di tempat yang terlalu padat dan bising. aku adalah orang yang lebih menyukai menghabiskan waktunya dengan cara yang sangat sederhana. Mendengarkan musik, menghabiskan seharian di kamar membaca novel, atau berjalan ke pusat perbelanjaan sendirian membeli barang yang aku inginkan. Mungkin bagi kalian itu sangat membosankan, tapi bagiku ? tidak sama sekali :)
Sesederhana itu ...

Minggu, 13 April 2014

Perpisahan (?)

Aku sangat benci mengucapkan "Selamat jalan sayang" atau "Hati-hati ya sayang, kabari aku kalau sudah sampai".